Selasa, 26 Maret 2013

SEJARAH ARSITEKTUR WEB

Sejarah Web Browser

Sejarah web browser dimulai pada akhir tahun 80-an, ketika berbagai
teknologi baru menjadi dasar pembuatan web browser pertama di
dunia, WorldWideWeb, oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1991.

Browser itu menggabungkan beberapa teknologi software dan

hardware yang sudah eksis maupun masih baru pada waktu itu.

Diperkenalkannya web browser NCSA Mosaic pada tahun 1993 --

salah satu web browser grafis pertama – memulai ledakan penggunaan
web browser. Marc Andreessen, pimpinan tean Mosaic di



NCSA kemudian mendirikan perusahaannya sendiri, Netscape dan
meluncurkan Netscape Navigator pada tahun 1994.

Dengan cepat Netscape Navigator menjadi browser paling populer di

dunia, pada masa jayanya digunakan oleh 90% pengguna web
browser.

Microsoft pun merespon dengan web browser-nya, Internet Explorer

(IE) pada tahun 1995, sehingga mencetuskan perang browser
pertama di dunia.

Membundel IE dengan Windows, Microsoft mampu mengambil alih

posisi pemimpin pasar web browser. Pada tahun 2002, IE digunakan
oleh lebih dari 95% pengguna. 

 http://id.wikipedia.org/
 http://www.anneahira.com/sejarah-web.htm
ARSITEKTUR WEBSITE


Dalam membuat web kita juga memerlukan rancangan atau arsitektur untuk melakukan pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs web itu sediri. arsitektur web melibatkan teknis, estetika dan kriteria fungsional. seperti dalam arsitektur pada umumnya, fokus arsitektur web yaitu pada pengguna dan kebutuhan pengguna.

1.    HTTP
HTTP Singkatan dari Hypertext Transfer Protocol, yang mana adalah suatu protokol yang digunakan oleh World Wide Web. HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini. Sebagai contoh, ketika Anda mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser Anda, maka sebenarnya web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server kemudian akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang diminta oleh web browser (misalnya akses ke database, file, e-mail dan lain sebagainya). Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser untuk ditampilkan kepada pengguna.

HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini. Sebagai contoh, ketika Anda mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser Anda, maka sebenarnya web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server.
Web server kemudian akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang diminta oleh web browser (misalnya akses ke database, file, e-mail dan lain sebagainya). Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser untuk ditampilkan kepada pengguna.

2.    HTML
HTML adalah singkatan dari Hyper Text Markup Language, HTML tidak tergolong kedalam sebuah bahasa pemrograman, HTML lebih dikenal sebagai bahasa markup yang terdiri dari serangkaian tag markup yang mampu menggambarkan sebuah halaman web. tanda yang menentukan level atau tingkatan dari sebuah teks akan memerintahkan browser untuk menampilkan sebagai teks tebal besar yang menunjukkan sebagai Heading 1 presentational. tanda yang menentukan tampilan dari sebuah teks tidak peduli dengan level dari teks tersebut.

 Tanda presentational saat ini sudah mulai digantikan oleh CSS dan tidak direkomendasikan untuk mengatur tampilan teks hypertext. tanda yang menunjukkan pranala ke bagian dari dokumen tersebut atau pranala ke dokumen lain , Elemen widget yang membuat objek-objek lain seperti tombol button, list , dan garis horizontal . Selain markup presentational , markup yang link tidak menentukan bagaimana tampilan dari sebuah teks. Namun untuk saat ini, penggunaan tag HTML untuk menentukan tampilan telah dianjurkan untuk mulai ditinggalkan dan sebagai gantinya digunakan Cascading Style Sheets.

HTML Markup Tag biasa disebut tag HTML adalah kata kunci yang diapit oleh sudut kurung seperti , tag HTML biasanya berpasangan seperti dan , tag disebut tag awal/pembuka dan adalah tag akhir/penutup cirinya ditambahkan tanda garis miring. Dokumen HTML - Halaman Web Dokumen HTML berisi serangkaian tag HTML kemudian diterjemahkan oleh web browser (internet explorer, mozilla firefox, dll.) untuk selanjutnya ditampilkan dalam bentuk halaman web, artinya apabila dokumen HTML sudah dibuka oleh web browser tidak lagi tampil tag-tag htmlnya melainkan sudah sebagai halaman web

3.   URL
Uniform Resource Locator Disingkat dengan URL. URL digunakan dengan software browser untuk menempatkan dan mengakses informasi di World Wide Web. URL terbagi menjadi beberapa bagian atau dikenal dengan istilah http:// domain/path/filename, atau disebut pula metode akses - lokasi komputer - lokasi file. Di antara bagian tersebut adalah:

• Bagian pertama URL dikenal sebagai protocol atau disebut pula http:// yang merupakan     singkatan dari Hypertext Transfer Protokol.
• Bagian kedua dari URL dikenal sebagai nama domain, domain mewakili nama server yang sedang berhubungan dengan internet.
• Bagian ketiga dari URL disebut dengan directory path yang merupakan area khusus dimana item-item berada.
• Bagian keempat dari URL disebut nama file dokumen, ini menentukan file khusus yang sedang diakses. Biasanya adalah sebuah file HTML, tapi mungkin juga gambar, suara atau file lainnya Contoh dari URL:ftp://ftp.ee.umanitoba.ca/pub/indonesian/00-index.txt

Dalam contoh di atas, ditunjukkan bagaimana mendapatkan berkas {00-index.txt}, yaitu dengan menggunakan protokol FTP, di mesin yang bernama {ftp.ee.umanitoba.ca}, dan berkas berada di direktori {pub/indonesian}.Secara umum, URL memiliki keterangan sebagai berikut:protokol://nama-mesin[:nomor-port]/direktori/menuju/namafile

4.   XML
XML untuk saat ini bukan merupakan pengganti HTML. Masing-masing dikembangkan untuk tujuan yang berbeda. Kalau HTML digunakan untuk menampilkan informasi dan berfokus pada bagaimana informasi terlihat, XML mendeskripsikan susunan informasi dan berfokus pada informasi itu sendiri. XML terutama dibutuhkan untuk menyusun dan menyajikan informasi dengan format yang tidak mengandung format standard layaknya heading, paragraph, table dan lain sebagainya. Sebagai contoh apa bila kita ingin menyimpan dan menyajikan informasi notasi musik pada lagu “Indonesia raya”, kita bisa menyimpannya dengan xml Kemudian dengan bantuan software lain midi generator kita bisa mendengarkan musiknya atau kita bisa membuat softaware sendiri yang menampilkan informasi ini dalam bentuk not balok.

 Sama dengan HTML, File XML berbentuk teks sehingga bila diperlukan kita bisa membacanya tanpa memerlukan bantuan software khusus. Hal ini memudahkan pengembang aplikasi yang menggunakan XML untuk mendebug programnya. XML lebih fleksible dibanding HTML dalam hal kemampuannya menyimpan informasi dan data. Pada XML kita bisa menyimpan data baik dalam atribut maupun sebagai isi elemen yang dletakkan diantara tag pembuka dan tag penutup. Kelebihan lain yang dimiliki XML adalah bahwa informasi bisa di pertukarkan dari satu system ke system lain yang berbeda platform. Misalnya dari Windows ke Unix, atau dari PC ke Machintosh bahkan dari internet ke handphone dengan teknologi WAP.

5.   XSLT
XSLT adalah kependekan dari eXtensible StyleSheet Language:Transformation, adalah bagian dari XSL yang dikembangkan sebelumnya. XSL adalah Stylesheet yang khusus dikembangkan sebagai komplemen XML, untuk merubah informasi pada XML ke dalam bentuk lain agar bisa ditampilkan di layar, dicetak di kertas atau didengarkan telinga. Pada dasarnya proses ini di bagi menjadi dua bagian proses yakni pertama Transformasi Struktural yang meliputi pengumpulan, pengelompokan dan pengurutan data maupun penyusunan ulang, penambahan dan penghapusan tag dan atribut, dan yang kedua adalah proses merubah format menjadi pixel dilayar, nohtah tinta di kertas atau nada di speaker. Proses yang pertama itulah yang kemudian disebut XSLT, sedangkan yang kedua biasa disebut XSLFO (eXtensible Stylesheet Language:Formatting Object).

Hasil Keluaran XSLT bisa berupa HTML, Text file atau XML dengan format yang baru. Sebenarnya untuk menampilkan dokumen XML agar lebih menarik dilihat di browser bisa dilakukan oleh Cascade StyleSheet. CSS yang sering digunakan untuk memformat HTML bisa juga dipakai untuk XML. Akan tetapi CSS tidak mampu melakukan tugas tugas yang rumit seperti memformat angka desimal, menjumlah, menghitung rata-rata, menampilkan gambar, dan lain-lain. Dan untuk melakukan tugas-tugas itulah kita memerlukan XSLT XSLT Processor XSLT Processor atau yang biasa disebut Parser adalah software bantu yang tugasnya menerapkan perintah-perintah dalam XSLT pada dokumen sumber XML, dan menghasilkan dokumen keluaran baik berupa HTML, Text file ataupun XML.

6.   JavaScript
JavaScript adalah bahasa pemrograman berbasis prototipe yang berjalan disisi klien. Jika kita berbicara dalam konteks web, sederhananya, kita dapat memahami JavaScript sebagai bahasa pemrograman yang berjalan khusus untuk di browser atau halaman web agar halaman web menjadi lebih hidup. Kalau dilihat dari suku katanya terdiri dari dua suku kata, yaitu Java dan Script. Java adalah Bahasa pemrograman berorientasi objek, sedangkan Script adalah serangkaian instruksi program.
Secara fungsional, JavaScript digunakan untuk menyediakan akses script pada objek yang dibenamkan ( embedded ). Contoh sederhana dari penggunaan JavaScript adalah membuka halaman pop up, fungsi validasi pada form sebelum data dikirimkan ke server, merubah image kursor ketika melewati objek tertentu, dan lain lain.

JavaScript bekerja pada sisi browser. maksudnya begini : untuk menampilkan halaman web, user menuliskan alamat web di address bar url. setelah itu, browser “mengambil” file html ( dengan file jJvaScript yang melekat padanya jika memang ada ) ke server yang beralamat di URL yang diketikan oleh user. Selesai file diambil, file ditampilkan pada browser. Nah, setelah file JavaScript berada pada browser, barulah script JavaScript tersebut bekerja.

Efek dari Javascript yang bekerja pada sisi browser ini, Javascript dapat merespon perintah user dengan cepat, dan membuat halaman web menjadi lebih responsif. JavaScript melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh HTML, PHP, dan CSS : menangani hal – hal yang membutuhkan respons cepat terhadap aksi dari user.

Implementasi terpopuler saat ini dari pemrograman JavaScript adalah teknik AJAX. (Asynchronous JavaScript and XMLHTTP ). teknik ini sering digunakan oleh aplikasi berbasis web seperti Gmail, Google Reader, dan lain lain. Teknik yang membuat pertukaran data antara server dan browser terjadi di belakang layar sehingga interaksi antara user dan aplikasi web semakin responsif. Post tersendiri untuk membahas hal ini akan kita siapkan.

Asynchronous Javascript And XML (AJAX) suatu teknik pemrograman baru dalam dunia web yang sedang digemari, karena akses data ke server yang dikirim melalui client via web dapat lebih cepat, karena AJAX tidak perlu melakukan proses loading. AJAX juga dapat diintegrasikan dengan server side programming seperti PHP, ASP, JSP, dll.

http://id.wikipedia.org/
http://anto-dwiharja.com/struktur-website.php

Jumat, 15 Maret 2013

SEJARAH INTERNET


Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semuauniversitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

google.com, wikipedeia.com

Senin, 11 Maret 2013

Kalkulator Sederhana


Saya akan membahas bahasa pemrograman JAVA dengan membuat kalkulator sederhana,dan berikut adalah coding programnnya beserta penjelasannya :


/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

/*
 * calc.java
 *
 * Created on Mar 8, 2013, 1:19:17 AM
 */

package kalkulator;

/**
 *
 * @author 123
 */
public class calc extends javax.swing.JFrame {

    /** Creates new form calc */
    public calc() {
        initComponents();
    }

    /** This method is called from within the constructor to
     * initialize the form.
     * WARNING: Do NOT modify this code. The content of this method is
     * always regenerated by the Form Editor.
     */
    @SuppressWarnings("unchecked")
    // <editor-fold defaultstate="collapsed" desc="Generated Code">                          
    private void initComponents() {

        jPanel1 = new javax.swing.JPanel();
        btnExit = new javax.swing.JButton();
        btnClear = new javax.swing.JButton();
        btnHitung = new javax.swing.JButton();
        tfHasil = new javax.swing.JTextField();
        cbOperator = new javax.swing.JComboBox();
        tfbil2 = new javax.swing.JTextField();
        tfbil1 = new javax.swing.JTextField();
        jLabel4 = new javax.swing.JLabel();
        jLabel3 = new javax.swing.JLabel();
        jLabel2 = new javax.swing.JLabel();
        jLabel1 = new javax.swing.JLabel();
        jLabel5 = new javax.swing.JLabel();

        setDefaultCloseOperation(javax.swing.WindowConstants.EXIT_ON_CLOSE);

        jPanel1.setBackground(new java.awt.Color(255, 255, 204));

        btnExit.setBackground(new java.awt.Color(255, 255, 204));
        btnExit.setText("Exit");
        btnExit.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
            public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
                btnExitActionPerformed(evt);
            }
        });

        btnClear.setBackground(new java.awt.Color(255, 255, 204));
        btnClear.setText("batal");
        btnClear.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
            public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
                btnClearActionPerformed(evt);
            }
        });

        btnHitung.setBackground(new java.awt.Color(255, 255, 204));
        btnHitung.setText("proses");
        btnHitung.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
            public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
                btnHitungActionPerformed(evt);
            }
        });

        cbOperator.setModel(new javax.swing.DefaultComboBoxModel(new String[] { "+", "-", "*", "/" }));

        jLabel4.setText("Hasil");

        jLabel3.setText("Operator");

        jLabel2.setText("Angka ke - 2");

        jLabel1.setText("Angka ke - 1");

        javax.swing.GroupLayout jPanel1Layout = new javax.swing.GroupLayout(jPanel1);
        jPanel1.setLayout(jPanel1Layout);
        jPanel1Layout.setHorizontalGroup(
            jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.TRAILING, jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                .addGap(27, 27, 27)
                .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
                    .addGroup(jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                        .addComponent(btnHitung)
                        .addGap(18, 18, 18)
                        .addComponent(btnClear))
                    .addComponent(jLabel2)
                    .addComponent(jLabel1)
                    .addComponent(jLabel3)
                    .addComponent(jLabel4))
                .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
                    .addGroup(jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                        .addGap(39, 39, 39)
                        .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
                            .addGroup(jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                                .addComponent(tfbil1, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 161, Short.MAX_VALUE)
                                .addContainerGap())
                            .addGroup(jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                                .addComponent(tfbil2, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 161, Short.MAX_VALUE)
                                .addContainerGap())
                            .addGroup(jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                                .addComponent(cbOperator, 0, 161, Short.MAX_VALUE)
                                .addContainerGap())
                            .addGroup(jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                                .addComponent(tfHasil, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 161, Short.MAX_VALUE)
                                .addContainerGap())))
                    .addGroup(jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                        .addGap(27, 27, 27)
                        .addComponent(btnExit)
                        .addContainerGap())))
        );
        jPanel1Layout.setVerticalGroup(
            jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.TRAILING, jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap(34, Short.MAX_VALUE)
                .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(tfbil1, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                    .addComponent(jLabel1))
                .addGap(18, 18, 18)
                .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(tfbil2, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                    .addComponent(jLabel2))
                .addGap(18, 18, 18)
                .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(cbOperator, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                    .addComponent(jLabel3))
                .addGap(18, 18, 18)
                .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(tfHasil, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                    .addComponent(jLabel4))
                .addGap(26, 26, 26)
                .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(btnHitung)
                    .addComponent(btnClear)
                    .addComponent(btnExit))
                .addGap(44, 44, 44))
        );

        jLabel5.setFont(new java.awt.Font("Tahoma", 3, 18)); // NOI18N
        jLabel5.setForeground(new java.awt.Color(255, 0, 0));
        jLabel5.setText("Kalkulator Sederhana");

        javax.swing.GroupLayout layout = new javax.swing.GroupLayout(getContentPane());
        getContentPane().setLayout(layout);
        layout.setHorizontalGroup(
            layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
                    .addComponent(jPanel1, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                    .addComponent(jLabel5, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 309, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
                .addContainerGap(javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, Short.MAX_VALUE))
        );
        layout.setVerticalGroup(
            layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.TRAILING, layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap(15, Short.MAX_VALUE)
                .addComponent(jLabel5)
                .addGap(18, 18, 18)
                .addComponent(jPanel1, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                .addContainerGap())
        );

        pack();
    }// </editor-fold>                        

    private void btnHitungActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {                                          
int bil1 = Integer.parseInt(tfbil1.getText());
int bil2 = Integer.parseInt(tfbil2.getText());
double hasil=0;
int op = cbOperator.getSelectedIndex();
switch(op){
case 0 : hasil = bil1 + bil2 ;
break ;
case 1 : hasil = bil1 - bil2 ;
break ;
case 2 : hasil = bil1 * bil2 ;
break ;
case 3 : hasil = bil1 / bil2 ;
break ; }
tfHasil.setText(String.valueOf(hasil));
        // TODO add your handling code here:
    }                                         

    private void btnClearActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {                                         
tfbil1.setText("");
tfbil2.setText("");
tfHasil.setText("");
tfbil1.requestFocus();
        // TODO add your handling code here:
    }                                        

    private void btnExitActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {                                        
System.exit(0);        // TODO add your handling code here:
    }                                       

    /**
    * @param args the command line arguments
    */
    public static void main(String args[]) {
        java.awt.EventQueue.invokeLater(new Runnable() {
            public void run() {
                new calc().setVisible(true);
            }
        });
    }

    // Variables declaration - do not modify                     
    private javax.swing.JButton btnClear;
    private javax.swing.JButton btnExit;
    private javax.swing.JButton btnHitung;
    private javax.swing.JComboBox cbOperator;
    private javax.swing.JLabel jLabel1;
    private javax.swing.JLabel jLabel2;
    private javax.swing.JLabel jLabel3;
    private javax.swing.JLabel jLabel4;
    private javax.swing.JLabel jLabel5;
    private javax.swing.JPanel jPanel1;
    private javax.swing.JTextField tfHasil;
    private javax.swing.JTextField tfbil1;
    private javax.swing.JTextField tfbil2;
    // End of variables declaration                   

}



int bil1 = Integer.parseInt(tfbil1.getText());
int bil2 = Integer.parseInt(tfbil2.getText());


digunakan untuk input angka pada kalkulator dengan type casting ke integer.

int op = cbOperator.getSelectedIndex();

digunkan untuk memilih operator antara lain penjuumlahan,pdjasjah…. Program di atas menghasilkan kembalian bertipe integer.

switch(op){
case 0 : hasil = bil1 + bil2 ;
break ;
case 1 : hasil = bil1 - bil2 ;
break ;
case 2 : hasil = bil1 * bil2 ;
break ;
case 3 : hasil = bil1 / bil2 ;
break ; }

pada program ini menggunkan seleksi switch case untuk melakukan pemilihan eksekusi mana operator yang anda pilih pada saat di output program

tfHasil.setText(String.valueOf(hasil));

untuk menampilkan hasil operasinya dalam bentuk text.




private void btnClearActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {                                        
tfbil1.setText("");
tfbil2.setText("");
tfHasil.setText("");
tfbil1.requestFocus();

program ini di gunakan pada tombol batal untuk mereset/menghapus yang ada di text field

private void btnExitActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {                                       
System.exit(0);   
}     
  
Buat tombol exit,dan mengakhiri program.

Contoh output program

Minggu, 27 Januari 2013

DESAIN NEW MEDIA

Desain New Media adalah konsep penciptaan informasi dan data pada teknologi komputerisasi,jaringan data digital, teknik komunikasi dan lainnya yang terlibat dengan implementasi terhadap new media. Segala bentuk apa pun yang mampu dimanipulasi, jaringan atau dikompresi dianggap sebagai new media.

Konsep umumnya adalah untuk merancang sebuah platform yang memungkinkan partisipasi interaktif informasi dengan pengguna.

Proses Pengembangan Aplikasi New Media :


  • Fase requirement atau penelusuran kebutuhan, pada fase ini kita mencari tahu sebenarnya apa yang dibutuhkan, tujuan dari suatu proyek pengembangan aplikasi, dan seperti apa hasil yang diinginkan.
  • Fase analisa, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan maka kita akan memutuskan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat, future apa saja yang diperlukan, masalah yang kemungkinan kita hadapi, apa saja yang kita perlukan dalam proses pengembangan,dsb.
  • Fase perancangan, pada tahapan ini kita akan membuat rencana atau rancangan mengenai aplikasi yang akan dibuat berdasarkan hasil analisa sebelumnya.
  • Fase pengembangan , tahapan implementasi hasil dari analisa dan perancangan. Pada tahap ini kita akan menulis kode program sesuai yang telah direncanakan sebelumnya pada fase perancangan. Pada tahapan ini juga dilakukan pengujian terhadap suatu fungsi apakah telah berjalan sesuai yang diinginkan.
  • Fase installasi, setelah memastikan bahwa semua fungsi telah berjalan baik dan telah memenuhi kriteria yang diinginkan pada fase requirement maka aplikasi akan di-setup pada server atau komputer yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi ini.


Tahap Pengembangan Aplikasi New Media :

  • Konsepsi : Pada tahap ini gambaran mengenai aplikasi yang akan dibuat dibentuk. Gambaran harus dapat menjelaskan poin-poin inti dari aplikasi yang akan dibuat secara umum.
  • Analisa : Pada tahap ini konsep yang dibuat dianalisa secara pemrograman untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan konsep menjadi suatu aplikasi serta alur proses pada aplikasi secara jelas.
  • Simulasi : Pada tahap ini disimulasikan proses-proses yang akan terjadi pada aplikasi yang akan dibuat. Proses-proses yang disimulasikan melingkupi :

Alur suatu proses dalam berbagai macam kondisi.

1. Keluaran yang diharapkan dari setiap proses.
2. Error-error yang mungkin terjadi.
3. Proses-proses yang bersifat kritis dan sensitif. 


  • Algoritma : Pada tahap ini dibuat algoritma pemrograman yang dapat menerangkan proses-proses secara programatik. Algoritma yang dibuat harus sejalan dengan simulasi yang telah dilakukan.
  • Konstruksi : Pada tahap ini seluruh algoritma yang dibuat diimplementasikan pada level pemrograman.Di sini dibuat produk dari konsep yang dibuat sebelumnya.
  • Evaluasi : Pada tahap ini dicek secara keseluruhan aplikasi yang telah dibuat. Program harus berjalan sesuai dengan yang telah dicanangkan. Apabila ada kesalahan maka harus dicari tahu di bagian mana kesalahan tersebut terjadi dan ulangi kembali pengembangan aplikasi dari tahap tersebut.




  • http://www.thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/
  • http://www.h-beeb.com/2009/04/proses-pengembangan-aplikasi-web.html

Konvergensi Media

Konvergensi Media Konvergensi berasal dari bahasa Inggris yaitu convergence. Kata konvergensi merujuk pada dua hal/benda atau lebih bertemu dan bersatu dalam suatu titik (Arismunandar, 2006: 1) . Konvergensi akan mudah dibayangkan jika menggunakannya dalam ilmu fisika khususnya tentang cahaya. Cahaya matahari datang dari berbagai sudut yang kemudian dikumpulkan atau dibiaskan oleh loop (kaca pembesar) pada satu titik. Penggabungan berkas-berkas cahaya tersebut adalah peritiwa konvergensi. Sehingga, konvergensi media berarti penggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan ke dalam satu titik tujuan. Istilah konvergensi secara umum juga merujuk pada kaitannya dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (TIK). Kata konvergensi ini umum dipakai dalam perkembangan teknologi digital, integrasi teks, angka, gambar, video, dan suara. Dasar terbentuknya Konvergensi Media John Fiske dalam bukunya Cultural and Communication Studies mengungkapkan kode-kode digital lebih mudah dipahami karena unit-unitnya dibedakan dengan jelas, berlainan dengan kode-kode analog yang bekerja dalam suatu skala kontinu. Jadi tidaklah heran jika dalam orientasi perkembangan peradaban manusia mengarah pada proses digitalisasi atau dengan kata lain proses menuju kemudahan, kelengkapan, dan kecepatan dalam mendapatkan dan memahami berbagai informasi. Dari sisi bisnis, digitalisasi menjanjikan efisiensi biaya yang cukup signifikan dengan area cakupan yang lebih luas, kualitas pelayanan yang lebih baik dan mampu melayani pengguna jasa media berdasarkan kebutuhan mereka. Namun yang jauh lebih penting adalah digitalisasi mampu mendesak kelahiran beragam kreativitas dalam penyajian konten sehingga area cakupan bisnis dapat lebih diperluas. Menurut Jonathan Parapak dari Universitas Pelita Harapan, tahapan perkembangan paradigma ini menjadi 3 tahapan proses, yaitu automatisasi, integrasi, dan kolaborasi. Mayoritas pelaku di kawasan ini berada di antara automatisasi dan integrasi, sementara hanya sebagian kecil yang telah mencapai tahap di antara integrasi dan kolaborasi. Manfaat konvergensi media Manfaat konevergensi media tentu saja memudahkan khalayak dalam mendapatkan informasi, berita, hiburan, membeli barang. Tidak mebutuhkan biaya yang banyak, lebih hemat waktu, praktis, juga bisa membuat pihak media sebagai tantangan untuk mengembangkan media yang sudah ada sebelumnya. Pendukung konvergensi media
1. Media massa konvensional (Televisi, radio, surat kabar dll)
2. Internet
3. Perangkat lunak atau software
KONSEP PODCASTING Podcasting adalah serangkaian berkas media digital (baik audio maupun video) yang diterbitkan sewaktu-waktu dan sering diunduh melalui penyalur-sedia web (web syndication). Kata ‘podcast’ menelantarkan istilah ‘webcast’ dalam bahasa sehari-hari, karena meningkatnya kegemaran iPod dan pasokan web (web feed). istilah antara podcast dan podcasting yang sebenarnya bisa dijelaskan dengan sederhana saja. Podcasting adalah kegiatannya, sementara podcast adalah produknya.Jadi apakah yang disebut sebagai proses podcasting itu? Bayangkan sebuah file audio (biasanya file berformat mp3) yang berisikan sebuah program acara (bukan program komputer) seperti layaknya sebuah program acara di radio siaran. File tersebut disimpan di sebuah server di internet yang bisa didownload dan didengarkan oleh siapapun yang memiliki akses ke internet. Manfaat: Ada banyak manfaat dari Podcasting yang dapat Anda terima jika Anda menggunakannya sebagai salah satu pemasaran dan alat komunikasi:
1. Menyediakan alat komunikasi bisnis yang efektif adalah satu manfaat penting dari Podcasting adalah kenyataan bahwa itu benar-benar menyediakan alat komunikasi tambahan untuk bisnis online Anda. Orang-orang akan datang untuk tahu tentang situs Anda. Apa yang telah ditulis dan ditawarkan di situs Anda akan bisa mendapatkan kredibilitas Anda sebagai seorang penulis ahli di bidang Anda.
2. Memberikan kesempatan untuk memberikan nilai tambah menawarkan Podcasting memungkinkan Anda untuk memberikan nilai tambah menawarkan dalam format audio. Mereka dapat kembali ke situs Anda untuk podcast mingguan, ini akan menjadi favorit panas bagi mereka dalam perdagangan opsi.
3. Meningkatkan visibilitas situs Anda Audiens target Anda akan dapat menemukan situs Anda lebih mudah ketika Anda daftar podcast Anda di direktori podcast yang tersedia. Visibilitas untuk situs Anda akan meningkat sangat. Demikian pula, mesin pencari akan dapat menemukan podcast Anda lebih mudah juga.
4. Menyediakan kemudahan penggunaan Podcast Anda dapat dengan mudah diputar pada pemutar MP3 portabel. Podcasting membuat mendengarkan pesan Anda begitu mudah, tanpa rewel.
5. Menyediakan retensi memori yang lebih baik Ini menyimpulkan bahwa pesan audio pasti lebih berkesan dari hanya teks biasa. Retensi memori adalah salah satu manfaat lebih penting bisa Anda dapatkan dari Podcasting.
KONSEP RSS RSS adalah singkatan dari Really Simple Sindication, yakni satu sistem sindikasi yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan update/artikel terbaru dari situs-situs favorit Anda secara otomatis. Dulu, pengguna internet yang tidak mau ketinggalan update terbaru dari situs-situs favoritnya harus mem-bookmark situs-situs tersebut di browser komputer kemudian mengeceknya secara teratur dan berkala untuk mengetahui apakah ada artikel terbaru yang ditambahkan. Kalau saat ia mengecek situs tersebut sudah di-update tentu bagus sekali. Tapi bagaimana kalau saat dicek ternyata situs itu belum juga di-update? Atau bagaimana kalau entah karena alasan apa Anda lupa mengeceknya? Itulah sebabnya Anda butuh RSS. Dengan mendaftarkan diri di RSS situs favorit, Anda tidak akan ketinggalan update terbaru karena salinannya akan dikirimkan langsung ke Anda. Secara sederhana fungsi RSS ini dapat dianalogikan sebagai loper koran. Jika isi situs adalah koran dan Anda adalah pembaca koran, maka RSS adalah loper koran yang akan mengirimkan koran tersebut kepada Anda. Tentu saja sebelumnya Anda harus mendaftarkan diri terlebih dahulu agar tercatat sebagai pelanggan koran tersebut. Teknologi yang dibangun dengan RSS mengijinkan kita untuk berlangganan kepada situs web yang menyediakan umpan web (feed) RSS, biasanya situs web yang isinya selalu diganti secara reguler. Untuk memanfaatkan teknologi ini kita membutuhkan layanan pengumpul. Fungsi RSS
1. Program pengumpul RSS di komputer biasanya berupa aplikasi (software) sendiri yang harus dipasang di komputer sebelum dapat digunakan. Program ini tersedia untuk berbagai jenis sistem operasi dengan harga bervariasi. Ada juga program pengumpul RSS yang gratis. Lihat Daftar pengumpul RSS.
2. Program pengumpul di web tidak memerlukan pemasangan dan pengaturan, kita dapat melihat dan mengecek RSS kita di mana saja, asal ada browser dan koneksi internet. Beberapa layanan pengumpul RSS juga menyediakan penggabungan dan juga pencarian.
3. Sebuah web yang menyediakan umpan RSS biasanya ada link dengan sebuah tombol bertuliskan XML atau RSS. Namun disarankan menggunakan RSS daripada XML agar tidak membuat kerancuan (sebab setiap RSS adalah XML, tapi tidak tiap XML itu RSS).
PENGERTIAN IPTV Dari kata yang dibentuk dari kata IPTV terdapat 2 kata yang mengandung arti berbeda. Pertama mengenai IP, dari Wikipedia berarti “Protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP”. Dengan kata yang lebih bisa dimegerti IP adalah aturan-aturan yang mengatur alamat-alamat dalam suatu jaringan komputer atau antar user komputer yang berbasis pada aturan OSI layer dan biasanya IP ini lebih dikenal dengan protocol TCP/IP. Kemudian TV adalah “alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang memiliki arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh” diambil dari Wikipedia. Kemudian jika kita mengartikan secara bebas. TV berarti alat yang membantu manusia untuk menampilkan gambar atau bergamabar melalui berbagai media dan asal gambar tersebut dari tempat yang berbeda dengan kita. Jadi dapat disimpulkan IPTV adalah siaran televisi, video, teks atau data berbasis internet atau berbasi pada IP, dengan kecepatan minimal 2 megabyte perdetik atau bandwidth yang dapat diakses oleh para pelanggan. Teknologi IPTV ini memanfaatkan jaringan internet yang berkolaborasi dengan kabel telpon dan tv kabel atau satelit. Dengan IPTV ini para pelanggan disuguhkan berbagai fitur-fitur yang tidak ada pada televise analaog, di IPTV ini para pelanggan bisa dengan semaunya melihat acara di TV. Dan bisa merekam acara di TV, selain itu kita juga bisa menghentikan siaran TV tersebut dan melanjutkannya kapan pun kita mau. Jadi sangat menguntungkan bagi pelanggan. Penerapan IPTV ini semisal video di Youtube. Layanan yang Disuguhkan oleh IPTV Dari IPTV ini para penonton disuguhkan banyak fitur. Misalnya seperti yang sudah disebutkan di atas tadi. Itu masih sebagian kecil dari fitur yang dipunyai IPTV. Masih banyak fitur-fitur lain yang bisa disuguhkan. Fitur-fitur itu antara lain : Live tv adalah siaran televisi yang dipancarkan oleh stasiun-stasiun tv biasa Video, Music and News On Demand yaitu layanan siaran musik ,video dan siaran berita sesuai permintaan penonton. Voice Over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang memungkinkan komunikasi suara dan fax dengan menggunakan jaringan berbasis IP Parental guide yaitu layanan untuk melindungi anak dan remaja dari siaran yang yang tidak diperuntukkan bagi usia mereka Dan masih banyak fitur lain yang disuguhkan,misal game online,online shop,dll.
Referensi : Google.com, id.wikipedia.org